Friday, 30 December 2016

Jalan Jakarta

Lampu kota memantulkan cahaya matamu
Sorot yang kini pendarnya hanya sebatas layar
Redup yang tak mampu lagi terjangkau 
Hujan sore itu menghapus jejak-jejak di jalan
Ditempuh dengan penuh peluh 
Dan yang luluh adalah aku seorang
Kota ini terlalu ramai untuk disusuri sendiri
Ada tawamu dalam setiap bisingnya
Gemanya pudar tak lagi nyata 
Pencakar langit bercerita 
Pengemudi-pengemudi mabuk waktu
Tak luput kita yang kira akan selamanya

No comments:

Post a Comment