Friday, 23 December 2016

Ibu

Ibuku tidak pernah suka perayaan,
Kerlip matanya lebih terang dari lilin-lilin itu
Pun hangatnya melebihi api api kecil
Dan ia punya cerita yang lebih manis dari krim kue 

Ibuku lebih suka kamarku tertata rapi,
Semata mata agar ia bisa menyelinap masuk
Mengecup dahi dan menghamparkan selimut 
Memastikan mimpiku indah setiap malam

Ibuku yang sederhana
Melipat jarak dengan doa di sela tawanya
Tidak usah ditanya aku kemana
Pagi nanti tunggu aku di pangkumu


"Mah selamat hari Ibu." 
"Makasih sayang, pesawat jam berapa? Nanti dijemput adek ya, adek beli hammock, belinya dua katanya satu buat dedek satu buat teteh." 

No comments:

Post a Comment