Saturday, 10 January 2015

2/10. OSIS Manuver.

Saya tidak bisa bohong, separuh dari 2014 saya disibukan dengan mereka. 
Sebenarnya ini di mulai sekitar 3 bulan setelah saya memakai baju putih abu. Yang berarti, perjalanan saya dengan mereka memang berawal di tahun sebelumnya. Mungkin bagi kalian yang sudah membaca blog ini sejak zaman saya putih-biru, sedikit bosan. Karena celotehan saya setiap tahunnya sama, apalagi kalau bukan 4 huruf itu?
Kali ini saya akan bercerita tentang mereka, 
Menjadi bagian dari lingkaran ini sejujurnya adalah kebahagiaan yang amat sangat tidak bisa saya definisikan, diembel-embeli dengan kalimat "Kalian adalah orang-orang terpilih." membuat saya merasa begitu sempurna ada disini. 
Dan ya memang, lingkaran itu, terutama orang-orang ini memang sesempurna itu. 
Mungkin terdengar berlebihan dan menggelikan. Sampai kalian harus benar-benar berada disini. 
Menjadi seorang adik yang senantiasa diasuh dan dirangkul, membuat saya merasa teramat nyaman. 
Sejak saya masih di gedung sebelah, saya selalu membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang-orang yang lari di lapangan sambil berteriak, "Kami calon OSIS, numpang lari." Dan kesempatan itu saya dapatkan dari mereka. 
2014 bersama mereka berisi dengan Basmalah; saya pubdekdok saat itu, mendekor Masjid Raya seadanya sampai sekitar jam 11 malam, saya dan Yasya menunggu dari jam 5 sore. Tidak banyak anak kelas 10 saat itu, hanya saya, Yasya, Nana, Jihad dan Satria. Tapi disini, tidak pernah ada yang namanya kelas 10 atau kelas 11. Setelah Basmalah ada NUSA XXV, yang akan saya jabarkan di post lainnya, karena disini posisi saya adalah peserta. Setelah NUSA XXV, Smansa Day 2014. Yang lagi-lagi akan menjadi nomor sekian dari 10 Moments saya di 2014. Ditengah-tengah perjalanan itu, ada juga Buku Tahunan, saya mencari sponsor. Saya masih ingat, melewati Pakuan karena tidak bawa helm, kemudian di tanya, "Gimana Fon persiapan Smansa Daynya?" kemudian bicara tentang suka duka Dana Usaha. Hahahaha. Setelah Smansa Day, Perpisahan Rantai Emas, bisa dibilang ini adalah perbaikan gizi setelah perjuangan di Smansa Day, hahahaha. Tidak banyak yang dilakukan saat itu, saya cuma foto-foto. Sedikit berdesir ketika mendengar "Sudah diterima di Fakultas *apapun Fakultasnya* Universitas *apapun Universitasnya*" lalu berfikir, pada saat waktunya tiba, bisakah nama saya menyandang kata-kata itu dengan Fakultas dan Universitas yang selama ini hidup dalam angan-angan sebelum tidur saya?
Di tengah-tengah Perpisahan RE ada yang bicara, "Wah proker sekbid udah beres semua nih, tinggal 2 terus 3." Iya, itu hanya celetukan. Tapi, ada ketakutan dalam diri saya, tahu bahwa sebentar lagi, saya akan pisah sama mereka. 
Lanjut ke MOPDB & PK 2014. Cukup menguras tenaga, "Mandi surat." Kalau istilah Yasya-Syahril yang jauh berpengalaman dari saya, Pada saat itu, bertepatan dengan Takbir 2014, yang lagi-lagi akan saya ceritakan di post selanjutnya. Saya memegang dua bidang, yang kata orang masuk 4 bidang krusial kepanitiaan. Karena urusan persuratan ini, mulai menyentuh daerah-daerah yang sudah saya hiraukan, sedikit demi sedikit, saya mengingat kembali cita-cita kecil saya, berurusan dengan surat. Untuk menjadi, itu.  
Tapi hanya sebentar, karena saya tahu, itu belum masanya. Yang jelas, saya harus benar-benar menikmati hari-hari terakhir bersama mereka. Sempat masuk ke ruangan yang ada merekanya juga, auranya beda. Aura Hitam. Hahaha, seperti orang-orang lain, diledeklah. Dan kemudian, lahirlah adik kami, Kompas Maritim.  
Setelah MOPDB&PK, Mahameru 2014. Saya Dokumentasi, disaat orang-orang main-main, saya, Metta dan Teh Amel bertelur di sebuah warung di pojok seharian benar benar seharian untuk menyelesaikan Video Cheesy. Video apa sih namanya? Video Persembahan untuk Kompas Maritim, mungkin itu leebih tepatnya. Saya juga sempat keluar mencari udara segar, ketemu Nana dan Muflih yang sedang ngobrol. Muflih.... orang yang sangat hebat. Saya berusaha membantu sebisa saya. 
Sedikit banyak saya sadar, Mahameru ini adalah perpisahan antara si kecil dan si besar, Sebenarnya sejak MOPDB&PK gap itu semakin terasa, saya nggak nyaman dengan itu. Tapi memang harus mengalami fase itu. Kemudian malam-malamnya saya tidur di tenda yang entah kenapa juga tiba-tiba menjadi tenda perempuan yang... kecil. Lucu mengingatnya. Di tenda itu, kita sama-sama nggak bisa tidur. Saya tidur di sebelah Adis. Percakapan sambil berbaring antara perempuan pun terjadi, sama semuanya. 
"Eh, eh katanya bangun jam 2 ya?"
"Eh kita nggak apa-apa disini semua? Kok rasanya nggak enak ya?"
"Mulai kerasa ya aura-auranya."
"Katanya sih ini tuh perpisahan kita." 
"Gak mau pisah sama mereka, gua takut."
"MPK duluan ya?" 
"Masa udah mulai sih?"
Terus setiap ada bayangan lewat kita memelankan suara, ssst ssst. 
Sekitar jam 1 saya bangun, terus membangunkan Adis. Dan saya mendengar suara-suara itu. MPK. 
Pokoknya ada yang tentang ngacung-ngacung gitu deh. "Fon, nanti kalau ditanya, mau ngacung pas bagian mana?" Tetot. 
Saya sama Adis udah parno duluan, terus kebelet pipis. Padahal sebenernya ingin mengintip yang sedang di api unggun. Kemudian, jam setengah 3, Manuver ke api unggun. 
Susah dijelaskan. Rasanya seperti memang berpisah. 
Setelah Mahameru, mulailah aura-aura itu, yang lagi-lagi akan saya jelaskan di post selanjutnya. 
Terbukti kan, bahwa memang kebanyakan memori 2014 saya berisi tentang mereka. 
Tentang orang-orang yang terus bergerak mengudara memberi manfaat bagi Smansa. 
Tentang menjadi adik yang memiliki kakak-kakak hebat. 
Mungkin aneh, kenapa saya bisa sesayang ini sama mereka, karena difikir-fikir saya masih anak bawang disini. Saya masih seorang adik. Bahwa mungkin, OSIS ini sejatinya bukan milik saya, dan mungkin mereka pun belum tentu sesayang itu dengan saya. 
Tapi, kenapa ya? Mungkin karena selama hidup saya, saya selalu menjadi seorang kakak, dan saya selalu berandai rasanya memiliki kakak dan ternyata memang senyaman itu?


Entah sayang ini berbalas atau tidak, 
saya selalu berterimakasih pernah terbang bersama mereka, 
Mengenal semboyan itu dari mereka. 
Dan saya berterimakasih pada mereka, 
Karena kalau bukan tanpa mereka, tidak akan ada 20 orang itu. 
Karena kami, berawal dari mereka. 
Terimakasih  banyak A, Teh. 
Saya selalu mendoakan kebaikan kalian dibalas dengan yang lebih indah, 
Untuk sekarang, tetap Fight ya walaupun Win yang dituju sudah berbeda. :) 

"Ini OSIS dan lu bisa dapet apa aja disini."



PS :
Kemarin foto buta Manuver, ya gitu, kangen aja. 
Terutama sama mereka-mereka. 
Bisa tertawa lagi, selepas itu. 
Kapan lagi toh kita boleh bareng-bareng secara legal?
Geregetan padahal pengen foto bareng...
Tapi... udah nggak boleh ya?
Heuft. 

No comments:

Post a Comment