Sunday, 12 April 2015

Maaf, maaf selalu jadi murid yang tidak bersyukur, selalu mengeluh, menghujat, dan tidak ada rasa nasionalismenya sama sekali. Maaf, maaf, maaf, maaf.
Terimakasih, terimakasih membantu untuk bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, sudah tetap menerima meskipun saya adalah noda penghancur. Terimakasih sudah membuat simulasi hidup disini, Terimakasih.

Dan

Terimakasih telah menunjukan betapa saya tidak punya arti. Menunjukan pada saya sudah banyak sistem dan tradisi yang salah selama ini. Menunjukan pada saya, saya bukan hanya membenci tapi juga dibenci. Mebuat kenangan terburuk untuk saya yang akan selalu menjadi pelajaran bagi saya dan mungkin anak-anak saya kelak.

dari sebuah cerita seorang teteh yang sempat dekat dengan saya saat tahun putih biru, tahun segalanya baik-baik saja. Teh, good luck ya! kangen sama tangan bayi minyi minyi teteh. 

teh, saya juga merasa yang sama. 
padahal saya masuk stratifikasi. 
semuanya salah disini. 
aneh. semuanya aneh
orang-orang itu mungkin cuma bohong. 

No comments:

Post a Comment