Tuesday, 26 August 2014

Roda Panas.

"Jangan terlalu dekat satu sama lain, jangan terlalu nyaman dengan lingkaran kecil ini, karena sebentar lagi ini bukan hanya tentang kalian ber20. Jangan terlalu nyaman menjadi adik. Karena sebentar lagi, kalian akan menjadi kakak. Membuka pintu selebar lebarnya bagi orang orang baru yang akan datang." 

Simpan dalam-dalam nama itu. 
Tidak ada lagi Hotwheels. 
Karena sekarang, cerita ini sudah bukan hanya milik 21 orang. 
Dan semuanya sudah benar benar dimulai. 

........kemudian saya rubuh. 
Baru sadar, kenapa waktu kami sangat singkat, disaat kami sudah benar benar nyaman satu sama lain, disaat dunia hanya setitik debu dibawah telapak kaki kami. 
Disaat itulah, lingkaran tangan kami harus terlepas, pintu kami harus terbuka. 
Menyambut mereka yang sama sama akan mengukir cerita, di tempat yang selalu dikatakan rumah.

Kami berdua puluh satu, kemudian satu tiang runtuh. 
20 orang tersisa harus selalu menopang bangunan ini. 
Menjadi pondasi awal. Agar bangunan ini tetap kokoh. Tetap utuh. 

Tidak ada lagi roda panas. 
Semua hanya akan menjadi kenangan indah yang tersimpan di masing masing hati kami. 
Waktu kita untuk tetap berdua puluh sudah habis, 
Waktu kita ada di zona ini habis. 
Benar benar sudah habis. 
Kita memang masih bersama, berkembang terus. 
Tapi begitupun lingkaran ini, bertambah besar. 
Tangan tangan yang berpegangannya bertambah banyak. 

Kita udah bukan anak kecil lagi. 
Kita udah punya adik. 
Padahal, selama ini saya merasa amat nyaman menjadi adik. 
Jadi adik enak kan? 
Selalu di-kan. Dan sekarang waktu kita me-kan. 

Mereka yang memegang lilin lilin harapan sudah datang. 
Dan tugas kita. Ini tugas kita. 
Satu tahun kemarin terutama 7 hari terakhir, menurut saya itu gak cukup. 
Gak akan pernah cukup. 
Tapi gapapa, kita masih tetep jalan bareng bareng, kita masih bisa memberi lebih pada kotak sabun ini. 
Tapi bukan hanya berdua puluh, sekarang udah berdua puluh enam, nanti datang lagi 50 orang. 
Sampai nanti, rumah ini pun harus kita tinggalkan. 

Maafin saya belum cukup kuat. Maafin masih cengeng. 
Saya cuma takut, saya cuma takut ngga kuat. 
Saya cuma terlalu sayang sama kalian. 
Sayang sama dua puluh orang ini. Maaf, maaf masih egois. Maaf belum bisa keluar dari rasa nyaman ini. 
Maaf, kalau masih merasa ini semua masih tentang kita. 

Tapi sekali-kali, kalau sempet, inget inget ya wils, sekali kali. 
Inget inget kita yang 21. 
Inget inget masa masa itu. 

Ingat, tempat berpulang itu. 
Ingat, nama yang pertama kali menyatukan kita. 
Terus berputar dan terus memanas, 
Hotwheels. 


(Foto lengkap pertama dan terakhir, diambil saat masih berdua puluh satu) 


Hai dik, selamat datang di keluarga ini:) 
Nanti kalian akan sadar sendiri, mengapa saya menulis ini. 
Mengapa saya seegois ini. 
Tapi, saya udah sayang kalian kok! 




No comments:

Post a Comment