Wednesday, 26 September 2012

Under Pressure


Rumus tekanan, P= F/A. 
Ngga, bukan itu namanya saya lagi mabok fisika. Jarang nge blog lagi nih, I'm 9th grade bloggies. Ujian, TO, PR, Pagelaran dkk menunggu saya dengan setia, dan saya harus ketemu mereka. Kenapa jadi baku lagi gini bahasanya? Hm, sekitar 2 bulan lebih mungkin tidak berbahasa seperti ini, wajar kan ada perasaan beda? Ingin mencoba kembali menggunakan, karena kata katanya belum sempat tersalurkan. Ah lupakan. 
Mungkin post-post saya akhir akhir ini dan mungkin kedepannya tapi saya gatau sampai kapan bakal tentang beban *eaak* hidup remaja. Semacam, tentang frustasi mungkin?

Pernah merasa dalam tekanan? Didorong untuk begitu dan begini dari berbagai arah. Ada tuntutan dari diri sendiri, orang tua, temen dan lingkungan. Kalau kaya gitu, lo ga bisa nolak lagi, ga bisa menghindar karena sebuah tuntutan harus dikerjakan. Well, saya berusaha untuk menerima dan melaksanakan tuntutan itu sebaik mungkin, semaksimal mungkin, serata mungkin dan yang terpenting sesimple mungkin. Tapi tetep ada saatnya kan dimana lo ngerasa capek, lelah, terus pengen menyerah? Mustahil kalau ngga. Semua orang punya beban dan tuntutan yang beda, setiap orang punya passionnya masing-masing, kemana jalan yang mereka tekuni. Dan, itu yang belum saya temukan. Saya mau fokus dimana, untuk apa dan bagaimana. Lo bisa ngerjain dua hal sekaligus, mikirin dua hal sekaligus dan ngerjain semuanya sekaligus. Tapi bukan dalam porsi yang sama, ga akan pernah kebagi rata, pasti ada saatnya dimana lo terlalu mikirin disatu bidang dan tanpa disadari bidang yang lain terlupakan padahal lo udah ngerasa cukup. Ternyata ga segampang itu. Ketika lo harus nyeimbangin semuanya, ngelakuin semuanya dalam porsi yang sama tanpa melupakan hal yang lain. Itu tuntutan terberat. Ketika orang cuma bisa liat dari luar, orang cuma bisa liat hasilnya tapi ga pernah liat usahanya. Itu resiko terberat. Yang dibutuhin kondisi mental & fisik yang kuat, kalau ga sanggup. Ya drop. Fikiran terlalu bercabang kesana sini, sementara lingkungan terus menerus memberi tekanan.Ibaratnya, sesuai rumus P= F/A gaya tekan yang diberikan terlalu besar sedangkan luas bidangnya tidak memadai untuk menyeimbangkan gaya tekan tersebut. Otomatis? Tekanan semakin besar. Tekanan semakin besar, bisa saja menghancurkan kan? Nauzubillahimindzalik. Semoga tidak separah itu. Berusaha memposisikan diri sesuai lingkungan, mencoba beradaptasi. Tapi seleksi alam akan terus berlaku kan? Siapa yang tidak mampu dia yang mati, tersisih. Dan siapa yang mau terseleksi? Tersisih?  Nggak akan ada. Lo ga akan pernah sukses kalau gitu. Yap, tekanan itu beban, yang mau ga mau harus dihadapi. Walaupun emang bakal nyita waktu sampai akhirnya mungin lo akan lebih memilih berkelana di alam mimpi dimana lo punya fantasi sendiri. Bebas dari segala fikiran, suruhan, tuntutan dan segala macem yang bikin lo bahkan lupa kalau 2x3 itu 6 bukan 5. Haha.
Saya ngerasain itu semua,saat ini. Bahkan diri saya sendiri suka berontak kalau saya memprioritaskan suatu bidang sampai bidang yang lain terbengkalai terhiraukan dan akhirnya saya harus menerima sesuatu yang namanya kegagalan. Memilih diantara pilihan yang sudah kamu pilih adalah pilihan terberat, fyi. 

Mungkin diantara kalian juga ada yang ngerasain kaya saya sekarang, under pressure, ga bisa ngendaliin diri, kurang fokus, fikirannya terlalu bercabang ke banyak hal. Semangat untuk kalian, yang kalian butuh sebenarnya sederhana, waktu dan support. Tapi terkadang hal yang sederhana adalah hal yang langka, loh, sekarang kan orang-orang lebih memilih berkaya-ria. 
Saya bukan sok bijak, saya sama seperti kalian. Butuh waktu, butuh dukungan, butuh kepercayaan. Insya Allah. 
Salam,      
F


No comments:

Post a Comment