Saturday, 22 April 2017

Dari Matamu

Dari matamu, 
menuju surga nampak semudah berlari ke halaman belakang, 
tempat segelas susu disodorkan
dan menjemput pelukan 

Dari matamu, 
dunia dan seisinya adalah rumah kita
sederhana dan rapi
ramai tanpa tikai 

Dari matamu, 
malam tidak pernah panjang 
segala abu mampu dimengerti kalbu
realita dan mimpi adalah teman yang baik

Sampai aku memeluk segala pilu 
Separuh bersandar di hari yang terlalu dini
Dari mataku, tidak pernah begitu

Sementara, 
Matamu kini terhalang kaca dan pigura waktu
terang di sana memanggil pulang. 
pada teduhnya sorot
yang selalu menjadi sebaik-baiknya penenang. 

No comments:

Post a Comment