Saturday, 28 May 2016

Mempertanyakan Usaha

Memang seharusnya bukan hak kita bertanya-tanya sudah sebesar apa usahanya, sudah sebanting tulang apa, sudah gak tidur berapa malam. Serius, itu bukan kapasitas kita. Terutama usaha yang kita lakukan. 
Karena semakin dipikirkan semakin bikin kita gila. 
Seperti memaksa apa yang bukan haknya, tugas kita ya usaha. Usaha aja yang banyak. Tapi ga perlu dikira-kira "Wah udah seberapa besar ya usaha gua"
Biar itu jadi rahasia Yang Maha Tahu aja. 
Kenapa?
Karena kalau kita merasa usaha kita kecil, kemudian kita akan terus menerus menyalahkan diri sendiri. Atau sebelum puncak perjuangan itu datang kita malah udah keburu terbunuh sama pikiran kita sendiri. "Ah gua ga akan bisa, usaha gua aja cuma segitu." Padahal kan nggak pernah ada yang tahu mekanisme langit. 
Bisa juga kalau kita merasa usaha kita udah sangat besar, wuih kita sudah merasa mengorbankan banyak hal, sudah ngerasa merelakan jam-jam tidur, waktu-waktu bermain dan sebagainya, lalu pada akhirnya, apa yang kita mau masih belum terkabul. Terus kita ngeliat orang, yang kita kira usaha dia nggak ada apa-apanya dibanding kita malah dapat, lalu kita sedih. Wih, parah banget tuh. Padahal kan kita gak tau, seberapa sering dia ibadah, seberapa sering dia sedekah, bangun malam atau usaha-usaha yang nggak bisa kelihatan sama manusia. "Ah dia shalat aja ga pernah" Oh yaudah mungkin dia lagi diuji. Allah emang sebaik itu kan? Oh berarti jatah bahagianya dia sekarang, kita nanti. 
Kasus kedua ini lebih parah dan semoga kita benar-benar dijauhkan, karena kita bisa saja mempertanyakan takdir, merasa semesta jahat sama kita, merasa semua omongan tentang konsep usaha dan hasil itu bullshit. Habis itu kita jadi gamau berusaha lagi. Wah, kan ga bener tuh.
"Tapi kan gagal karena tau usaha kita kurang lebih sedih"
Tapi kasus pertama atau kedua ujungnya sama kan? 
Kita belum dapat apa yang kita mau. 
Tidak ada kondisi yang lebih sedih dari yang satu.

Ini self-reminder banget sih, kalau usaha ya udah ikhlasin aja. 
Gak usah diitung-itung. 
Beneran, nanti kesiksa. 

memberi sebanyak-banyaknya, nanti juga dapat bahagia sebanyak-banyaknya, aaamiin. 

akhir-akhir ini orang-orang makin lovely, minta dipeluk satu-satu.
semoga doa-doa baik kalian dibalas dengan yang lebih baik
dan semoga yang sedang sama-sama berjuang ditempatkan di sebaik-baiknya tempat.
H-2, doain ya, 
dipermudah, dihindarkan dari kecerobohan dan ketidaktelitian, dapat pengawas yang baik dan tahu kalau 1 menit berharga untuk 1 soal dan yang terakhir.... diikhlaskan dimanapun hasilnya
biar tidak usah mempertanyakan usaha.


milihnya kan tiga pilihan fon, udah siap dong dimana aja?

2 comments:

  1. Halo fon! blogwalking nih hahaha followback dong kalo berkenan.

    Semangat fon (gue tau ini terkesan obligatif dan gaada maknanya lagi buat sekarang2 ini) gue bantu doa lo dapet tempat yang paling baik. dan semoga dipercepat bertemu kampus yang emang jodoh lu.

    satu pesan aja sih: don't panic. I know you'd do it. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ta! Makasih ya semangatnya dan udh di follow juga heheh kemaren2 kayanya digembok deh? Ups ketauan wkwkwk. Makasih sekali lagi! :)

      Delete