Sunday, 28 February 2016

Bisa Saja

Kita bisa saja memproklamirkan diri sebagai yang paling mengerti
Kita bisa saja melayangkan tatapan sinis karena menganggap orang lain hanya sok tahu dengan kehidupannya
Kita bisa saja menganggap segala ceritanya hanya kita yang berhak tahu
Kita bisa saja merasa yang paling memahaminya di dunia ini adalah kita
Kita bisa saja mengatakan orang lain tidak mengenalnya sebaik kita
Kita bisa saja membela dengan alasan-alasan yang menurut kita adalah rahasia hanya antara kami berdua
Kita bisa saja menjadi manusia yang paling tahu segala-galanya tentang orang yang kita cinta
Makanan favoritnya, jam tidurnya, kebiasaan-kebiasaan kecilnya, apa yang membuat dia terbangun tengah malam, mengapa ia kalau marah bagai bom atom, dimana ia menghabiskan masa kecilnya, jadwal hari liburnya, rumah neneknya, dan hal-hal kecil lain.
Bahkan merasa yang paling tahu tentang keputusan-keputusannya.

Tapi kita lupa, kita tidak pernah mengerti isi hatinya sendiri.
Kalau iya, seharusnya dia masih disini, kan?
Kita tidak pernah berjalan di atas sepatunya
Dan pada akhirnya, yang paling mengerti manusia tetap Tuhan-Nya. 
Bukan kita.
Kadang juga, kita merasa mengenal orang lain
Sampai lupa mengenal diri sendiri. 


((ngomong apa sih fon.))
disponsori orang yang hutang cerita, tapi udah dibayar ding.

No comments:

Post a Comment