Tuesday, 25 November 2014

Di&Me-kan


Bisa jadi ini extension dari pertanyaan di atas.
Kenapa ya? 
Kenapa bisa sampai muncul pertanyaan di atas, siapa pula anon iseng itu. 
Siapapun kamu, thanks to you karena post ini di dedikasikan untuk menjawab pertanyaan kamu. 


Mungkin, mungkin loh ya. 
Segala sesuatu yang di-kan terdengar lebih mudah dan lebih indah dibandingkan me-kan. 
Kita selalu ingin di-kan kan, dibanding me-kan. 
Lebih ingin didengar, karena kita tahu mendengar itu susah
Lebih ingin dituntun, karena kita tahu menuntun itu susah
Lebih ingin dirangkul, karena kita tahu merangkul itu susah
Lebih ingin dihargai, karena kita tahu menghargai itu susah
Lebih ingin dicari, karena kita tahu mencari itu membuat lelah
Lebih ingin dilindungi, karena kita tahu melindungi bukan perkara mudah

Dicintai terdengar lebih indah kan dibanding mencintai? 

Semua karena peralihan me-kan menjadi di-kan. 
Ketika kita meninggalkan sebuah tempat yang menjadi tempat kembali selama satu tahun, terlebih merubah banyak hal dalam hidup dan memberi sesuatu yang belum pernah kita temukan sebelumnya, singkat kata, meninggalkan tempat yang sudah teramat nyaman ditinggali, bukan hal gampang kan? 
Kita satu persekian detik pasti pernah berharap kembali lagi ke tempat itu. Dimana segala sesuatunya terasa mudah. 
Setiap saya beralih jenjang pendidikan, saya pun seringkali masih ingin kembali ke sekolah saya yang dulu. Saat SMP, saya ingin ke SD karena di SD tanpa perlu belajar nilai saya tetap di awang awang, saat SMA, saya ingin ke SMP karena di SMA setelah belajar pun nilai saya tetap menghujam bumi, di dasar tanah. 
Saat saya berpisah dengan orang tua pun, saya merasa lebih indah rumah Bengkulu dibanding rumah Bogor padahal seluruh hidup saya dihabiskan di rumah saya yg di Bogor. 

Kita cenderung meminta kembali hal hal yang membuat hidup kita mudah. 

Ini bukan perkara lebih sayang siapa dibanding siapa. 
Di akhir nanti pun, saya yakin akan menyebutkan dua duanya sebagai tempat saya belajar. 
Hei, perjalanan kita masih awal. 
Jangan membandingkan dengan perjalanan saya yang sebelumnya yang sudah mencapai tujuan. 

Dan semoga, selalu dimudahkan jalannya menemukan rasa sayang seiring perjalanannya. 
Dimudahkan segala keikhlasan untuk me-kannya. 
Karena saya yakin, Manuver pun pasti pernah sesekali merasakan ini, dan mereka bisa kan, membuat orang orang di dalamnya merasa nyaman teramat nyaman. 
Karena jika mereka tidak pernah belajar me-kan, saya tidak akan di-kan. 
Maka saya pun harus me-kan agar orang orang merasa di-kan. 

Ngawur, 
H-1 minggu UAS. 
Pengen cepet libur, mau ketemu Mamah. 





No comments:

Post a Comment