Monday, 23 December 2013

Sebuah Telaga

Aku berkaca pada sebuah telaga, 
Orang bilang itu cermin, 
Hidup katanya, realita. 
Apa pula itu? 

Sebelum kali ini aku juga pernah berkaca, 
Padahal ada, lensa mata mencerna saat berbalik. 
Berbalik lagi, tapi lenyap.
Cerminnya tidak menangkap. 

Dicari tapi tak kembali, 
Dipanggil hasilnya nihil. 

Lantas, kenapa apa yang ada malah tidak ada? 
Realita macam apa? 

Lama lama, aku lelah berkaca. 
Kemudian tidur lama lama juga. 
Saat berbalik, kali ini sempurna tidak ada. 

Tidak ada daun gugur sekarang, 
Salju pun sudah pergi ke gurun,
Punah, musnah. 

Lalu aku berkaca lagi, 
Saat berbalik, kali ini masih sempurna tidak ada. 
Tidak mungkin ada, kan? 

Cermin yang katanya realita 
Entah sudah punya kacamata atau memang buta, 

Yang tidak ada dijadikan ada. 
Yang mencampak, akhirnya tampak. 
Ada di telaga.

Dan aku sedang berkaca. 

Bogor, 10 Des 2013. 

No comments:

Post a Comment