Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

22/04/2017

Sederhana Saja

Terlampau kalut segala hiruk pikuk
Semua bising sudah menjulang angkuh 
Gemerlap samar tak pernah bertuan

Tanah ini tidak pernah memintamu menjadi siapa-siapa
Cukup pikirmu yang rumit 
Tingkahmu jangan

Sederhana saja,
Seperti sudut kedai kopi di pinggir jalan
yang tak pernah meminta untuk disinggahi 
Tapi bagi mereka, 
adalah tempat segala rindu pulang pada sang empu

Sederhana saja, 
meneguk tawa 
mengecap bahagia 
tanpa perlu berpikir melakukan apa

Hangatmu tetap dapat dipahami, 
Menyala dengan teduh
Diukir mimpi yang mengerti 

Kau tidak butuh lagi berhitung
Angka dan siapa,
bukan perbandingan

Sederhana saja, 
Jangan ingin jadi terlalu, 
Dunia tidak akan apa-apa. 

a friendly reminder, 
akhirnya bisa nulis,
walaupun jelek banget. 

Libur empat hari, Liga Medika, Sumatif Imunologi dan Neurosains.
Kajian juga,
Media Mandiri juga

Dan masih belum bisa menjawab,
mau jadi mahasiswa seperti apa?

31/03/2013

Ada Anjing Yang Tertidur Di Depan Rumah-mu.

Ada anjing yang tertidur di depan rumah mu
Meringkuk, kembang kempis
Terikat, terpenjara

Ada anjing yang tertidur di depan rumah mu
Katanya, kita terlalu usang untuk dikenang,
Sayang. 

Ada anjing yang tertidur di depan rumah-mu
Berjaga entah untuk apa
Mustahil untuk kita

Yang dikisahkan waktu, 
Hingar kita masih terngiang,  sayang. 
Menapaki aspal menyebrang jalan
Atau duduk di portal. 

Aku ingin datang bertamu,
Layaknya yang lalu

Aku ingin datang bertamu, 
Tapi hanya bila kau yang menjamu

Rumah cokelat kayu, 
Aku rindu.

-Sehabis melewati rumah sahabat kecil saya kala SD.- 


07/10/2011

aku ini yang terkikis sepi,
menanti,
tanpa batas hari,
terkurung dalam ruang sunyi,
di dalam buih yang terkunci
aku berjanji,
nanti raga ini jadi saksi, 
berapa waktu yang tak akan pernah tehitung jari, 
yang ku buang dengan menaruh harap pada jiwa yang mati, 
masih bernyawa namun kaku, tanpa hati.
Bogor, 7 Oktober 2011