Thursday, 2 February 2017

Ternyata Benar

Iman itu naik turunnya drastis banget, segoyah itu. Kadang saya bingung harus mempertanyakan apa, kadang lagi saya lebih bingung bagaimana menjelaskannya. Daridulu saya melakukan apa yang menurut saya baik, walaupun kadang baik memang belum tentu benar. Saya dicekcoki berbagai macam pemikiran semasa SMA dulu, bagimana menjadi orang baik. Saya hanya menjalankan apa yang dulu sempat diajarkan pada saya.
Saya nggak tau kegeeran atau apa, tapi semua itu kadang menimbulkan ekspektasi-ekspektasi di luar pikiran saya sendiri. 
Saya orangnya segaktahan itu sama omongan orang, jujur semuanya saya pikirin.
Saya takut, sungguhan takut. 
Saya masih Fona yang sama kok, masih begini, dari dulu juga nggak baik-baik amat, tapi yang sekarang insya Allah nggak rusak seperti yg orang di sana bilang, saya bukan manusia suci, tapi bukan berarti hina juga. 
saya mau bahagia dengan cara yang saya percaya. 
Saya masih menunggu-nunggu waktu saya bisa sibuk sepenuhnya dan lupa sama masalah-masalah kecil begini. 
Takutnya sebegininya.


Saya ingin jadi pujangga yang mengukir syair tentang cinta tanpa harus disertai tanda tanya.
Saya mau puisi saya bukan hanya soal patah hati lagi


Ternyata benar, manusia memang selalu mencari pembenaran atas segala hal yg mereka lakukan. 
;)

No comments:

Post a Comment