Thursday, 31 March 2016

High School Almost Over?

Minggu ini adalah minggu terakhir jadi siswa aktif di sekolah, karena minggu depan ketika datang ke sekolah statusnya adalah Peserta Ujian Nasional.

Dimulai dari hari Senin, 21 Maret 2016. 
Last Ceremony, untuk terakhir kalinya berdiri di lapangan menyaksikan bendera naik. Daridulu selalu penasaran apa rasanya upacara terakhir, mungkin bagi kelas sepuluh dan sebelas masih banyak upacara bendera yang akan dijalani, momen dimana takut terlambat karena tidak mau maju kedepan, nahan-nahan pegal di kaki. Dan saya senang menghabiskan upacara terakhir saya mengenakan jas hitam yang akan selalu jadi kebanggaan sepanjang masa. 
Baris dalam barisan yang sama dengan mereka, semakin menyatakan bahwa.... bersama orang-orang itulah saya menghabiskan lebih dari setengah masa sekolah saya. 
Dilanjut dengan Halal bi Halal satu sekolah, jadi kami keliling satu koridor sekolah membuat ular naga yang sangat panjang sementara guru-guru dan adik-adik kelas menunggu di koridor. 
Masih terekam jelas diingatan saya bagaimana dua tahun lalu saya sangat senang tahu ada momen seperti itu, momen yang belum pernah saya temukan. Terlebih saya histeris ketika kakak kelas yang sering jadi perbincangan lewat. WKWK. Maaf ya, kelas sepuluh sudah centil. Saya disitu langsung ambil foto dan upload ke twitter. 
Captionnya, "Semoga sukses Rantai Emas"
Dan hari Senin kemarin.... saya sudah ada dalam barisan yang berjalan berputar-putar, meminta restu dari seluruh sekolah. Ketika melewati beberapa adik kelas yang dengan tulusnya mengucap, "Teh Fonaaaa! Semangat ya!" beberapa orang juga memeluk saya, "Sukses ya teh" 
Adik-adik kecil itu, yang kini sudah mulai mendewasa... Ah, titip rumah saya ya. 
Setelah selesai keliling lantai dua dan tiga, kami bersalam-salaman dengan teman seangkatan sendiri. 
Satu persatu lewat. Ah, momen yang...... mengharukan. 
Kalau ketemu teman dekat kita, sok-sok menghindar dan tertawa bodoh. Padahal sesungguhnya waktu yang tersisa benar-benar sedikit lagi. 
Melihat orang-orang yang lewat itu benar-benar menjadi cermin buat saya, betapa banyak orang hebat yang saya kenal. Saya menyadari, betapa banyak orang-orang yang menjadi sumber kebahagiaan, teman-teman yg sudi pernah ada di lingkaran saya. 
Sampai saat saya bertemu seseorang, dia bilang "Jadi dokter ya Fon." saya cuma bisa meluk dia... "Jadi psikolog ya Nur..." sambil menyesal sendiri, mengapa saya menyia-nyiakan tiga tahun kebelakang. Kehilangan sosok teman baik benar-benar kesalahan besar, engga kok, lu nggak ilang. Mungkin semuanya akan dibayar kalau kita ternyata sama sama pakai jas kuning?
Tidak sedikit saya menyesal, atas orang-orang yang tiba-tiba saja terasa tergelincir dan menjadi asing. Betapa sesungguhnya saya masih ingin mereka ada dalam cerita saya, masih butuh teman-teman sebaik mereka. Ditunggu cerita-cerita hebatnya!
Orang-orang itu juga lewat, mereka menyapa seperti biasanya, sapaan iseng dan jail. 
Kadang kalau ketemu teman dekat, kita tiba-tiba diem sok sok nggak melihat. 
"Yah elu"
"Ah elu"
Dan ternyata sapa yang ada diantara kami tidak berubah, pertemanan kami tidak berubah.
Saya bersyukur atas itu. 

Tentu saya punya kesempatan bertemu semua orang di angkatan. Awalnya saya kira akan canggung, aneh, asing. Ternyata waktu sudah lama mencairkan apa yang sempat beku, sapa itu mengalir layaknya antara saya dan sahabat-sahabat yang lain. Kami partner yang baik. Menandakan bahwa sebenarnya semua sudah selesai bahkan sebelum semuanya dimulai, karena maaf atas yang lalu sudah pernah menghapus semuanya. 
Dan maaf kemarin adalah atas apa yang terjadi tiga tahun kebelakang, perjalanan yang melelahkan.
Ternyata tiga tahun ini membuktikan, semoga kita terkabul. 
Berhasil kan kenal dari awalnya?  
Iya, tau kok banyak dosa. Maafin ya!

Closing SPL juga, sekali kalinya pakai jersey. Sukses nyet! 
maaf fotonya ada sama yasya doang, kyutie kan. 
pelukan hangat ibunda.


Hari ini, Kamis, 31 Maret 2016. 
Doa bersama di lapangan sekaligus hari terakhir di sekolah. 
Hari ini, saya sedih dan bahagia disaat yang sama. 
Foto sama banyak orang....

Dan cerita paling hebat dari hari ini adalah, 
dua puluh satu orang itu ada lagi. 
saya nggak bisa bohong, saya bahagia. teramat bahagia. 
berada dalam satu frame dengan mereka lagi. 
dan mereka masih orang-orang yang sama, orang-orang hebat itu,
jadi ceritanya iseng, "foto yuk"  
saya tahu, harusnya nggak boleh. 
tapi saya memang secinta itu sama mereka, 
tidak lantas mengurangi rasa cinta saya dengan keluarga besar itu kok.
rasanya seperti bertemu teman masa kecil, indah kan?
kami ingin sama persis dengan foto regenerasi tahap inisiasi. 
persis saat kami mulai mengenal dan jatuh cinta lagi pada rumah ini, 
tapi gak ada yang nyimpan fotonya, saya ingat, ada di gallery Paddy saya, baru saya mau ngambil, ternyata udah ada.... Foto asli.... Dua puluh orang itu...
"fotonya darimana?"
"Punya Laika, tau gak disimpen dimana?"
"dimana?"
"diselipin di belakang bindernya......"
speechless. Parah. Parah. Parah.
disaat foto saya aja bahkan dimana tau
si ketua fase sekaligus ketua smansa day itu masih nyimpen ternyata, nyimpen di belakang binder.... 
terharu. 
ternyata, belum berubah. semuanya belum berubah, mengakui atau tidak, kita masih sama sama sayang kan sama lingkaran kecil ini?

teman-teman berbodoh bersama, teman-teman lugu nan lucu
saya hanya rindu semua kebodohan itu
kepolosan kita dan cuma kita yang tau
rasanya cinta sama kalian tuh kaya cinta terlarang
saya gak mau menyembunyikan betapa berharganya kalian buat saya
betapa disini saya mengenal berbagai macam orang
mungkin kalau tidak ada nama itu, mustahil saya bisa mengenal dekat tiap-tiap kalian, terutama orang-orang yang lingkarannya jauuh berbeda
tapi nyatanya, kalian keluarga saya, kakak, sahabat, panutan dan adik dalam satu paket yang lengkap
kalian tempat saya belajar banyak
kita masih tetap dua puluh satu roda panas seperti tiga tahun yang lalu kok


tapi saya juga sayang sama keluarga besar itu, 
keluarga yang mau-maunya kerja capek-capek
keluarga yang rela berjuang terus
keluarga yang fightnya tidak pernah berhenti
saya sayang teramat sayang sama empat huruf itu...


surat untuk kedua puluh orang tersayang akan saya tulis beberapa hari lagi, 
ah kalian... 
saya benar-benar bersyukur mengenal kalian sebagai rumah pertama, 
mengenal kalian saat kalian bukan siapa-siapa
saat kita masih anak kecil yang bodoh dan belum tahu apa-apa
saya senang menghabiskan waktu bersama kalian saat semuanya masih sederhana
kalian tetap dan akan selalu jadi cerita terhebat yang pernah saya alami
tetap berputar dan terus memanas. 

fotonya pasti saya cetak, 
terus saya bawa bawa sampai nanti saya dewasa
biar ada bukti kalau nanti kita jargon di pelaminan salah satu dari kita, hehe
Ah, kangen sedih kaya gini menyiksa.

kotak sabun ini selalu punya cerita, 
disini saya merasa hidup.
dan, sebentar lagi,
selamat tinggal sekolah kehidupan
selamat datang kehidupan sebenarnya! 


Sekilas untuk hari ini, 
chairmate terlovely. Thanks ya nad udah dua tahun sabar duduk sama gua yang selalu lu bilang galak.
thanks udah mau jadi korban kalau gua lagi pengen marah-marah
maaf suka sibuk sendiri dan ninggalin
dokter kan. UUU kenangan terindah adalah bikin rangka kegagalan praktikum biologi
maaf temen lu ini emang ga bisa diem anaknya
teman bodoh ria di ujung kelas bawah AC. kebodohan sama mereka ga ada abis-abisnya, bergembel ria.
THXXXX atas teori toilet, gempa bumi, coretan-coretan di buku, penggaris jendela dan racauan bangku belakang.
anehnya, periode terpinter saya di sma pas kelas 10


gak usah nanya siapa mereka




my first love and forever love

Mirip kan? Cuma Laikanya udah ga jadi cacing lagi. 



masih belum siap parah UN, 
sisa 6 minggu dari SBMPTN
sekali lagi saya mohon maaf dan selamat berjuang, Peps!

No comments:

Post a Comment