Tuesday, 29 November 2011

Di Seberang Sana

Wahai dikau diseberang sana
Sebegitu jauhnya kah jarak di antara kita?
Sekiranya aku ingin mendengar sepatah kata
Namun daya ku hanya bicara lewat goresan pena
Tak jarang aku malah hanyut dalam gulana 

Wahai engkau di tanah Harimau yang selalu berlari
Tersimpankah kisah singkat kita dalam memori?
Atau hanya menjadi sebuah ironi?
Yang selalu ku kenang dalam puisi
Dan menjadi melodi hati kala sepi

Andai jemari bisa ulangi hari
Aku meminta satu, namun tak apa jika seminggu
Andai fikiran ku bisa pergi ke tempat kau berdiri
Aku hanya ingin sekedar tahu
Sedang apa diri mu, tanpa hadir ku

Bibir ku gemetar, pelupuk ku basah lagi,
Tiap ku tatap seksama gambar kita; diam, bisu, mati
Kita terkenang dalam benda tak bernyawa 
Yang tak bisa bicara, namun bisa bercerita
Tentang setiap kenangan yang tercipta di kota dua menara.

Oh....... 
Biarkan tempat itu jadi saksi, walau mati
Biarkan bangunan itu bercerita lewat harmoni dalam simfoni,
Tentang kau dan aku, 
Yang kini hanya bertemu dalam semu,
Tentang kau dan aku, 
Yang dulu pernah memadu kisah menjadi cerita,
Walau tak lama. 



teruntuk Dawn Han, salam hangat dari sin:)M

No comments:

Post a Comment