Tuesday, 18 October 2011

Hanya Hati Yang Tersisa


Hanya Hati Yang Tersisa.

Rasa itu datang menyelinap,
Merasuk ke dalam tubuh,
Larut dalam darah,
Mengalir dalam nadi,
Dan berhembus seirama nafas.

Namun perlahan terkikis habis seiring detak di setiap detik
Waktu yang bunuh rasa itu!
Waktu yang rampas bahagia ku!
Tanpa iba merenggut paksa
Rasa dalam cerita yang telah menjadi darah, nadi dan nafas ku.
Sehingga hati ku ikut tergores,
Lengkap dengan pecahan yang tak akan utuh lagi.

Aku raga kosong tanpa nafas,
Tanpa darah, tanpa rasa, mungkin tanpa jiwa.
Terlalu rapuh untuk dicinta,
Namun aku masih sanggup mencinta,
Karena hati ku masih tersisa,
Walau penuh luka, memar dan nanar
Lihat aku, aku merintih dalam perih,
Menunggu dengan cinta sebanyak buih.

No comments:

Post a Comment