Friday, 4 March 2011

Mereka Yang Terpenjara Hina *Indonesian Version*

Sejenak aku terbayang tentang mereka,

Mereka yang, 
Disaat malam telah mabuk, 
Berdansa sesak dalam kelap-kelip lampu diskotik,  
Bermandi peluh, mengumbar nafsu, 
Beban hidupnya dihantar ke ruang kosong tanpa etika, 
Yang menjadikan mereka pemilik dunia sementara
Mengantar tubuh lunglai mereka ke peraduan, 

Minuman beraroma kuning pekat itu 
Mereka teguk tanpa peduli
Serbuk penghancur itu, 
Mereka hisap tanpa akal. 
Cairan nista itu, 
Mereka suntikkan tanpa berfikir, 

Membawa mereka terbang jauh, 
Dengan sayap-sayap kehancuran 
Dengan kepakan-kepakan maut, 
Yang bisa melepas mereka kapan saja, 
Jatuh lagi ke tempat yang dekat dengan neraka. 
Kembali lagi pada realita
Kembali lagi pada jalan hidup
Semakin dalam, dalam dan dalam, 
Semakin terperosok, 
Semakin jatuh, jatuh dan jatuh, 
Semakin terperangkap 
Dalam kesunyian, kehampaan, dan kenistaan, 
Kerikil tajam di jalan, 
Menggoreskan tinta kelam jalan hidup mereka, 
Mereka tak tau dimana fajar, dimana mimpi menunggu sepanjang jalan,
Mereka tak mengerti yang mana senja dan yang mana jingga
Mereka tak tau, mereka tak bisa mengulang waktu yang telah berlalu,
Mereka tak tau hidup ini singkat dan hanya satu kali

Yang aku tau 
Mereka masih mencar pijar kebenaran 
Meski berada dalam dunia yang gemerlap
Mereka terpenjara dalam hina
Tersungkur menahan perih 
Tak bisa lari ke sisi lain, 
Karena bagi mereka dunia tak lagi lebar, 

Kawan, 
Kau bisa membuka mata
Mereka tenggelam dalam dosa,
Terperangkap dalam hina,
Dan buta akan agama,
Sampai kapan?
Sampai kapan?
Sampai mereka bisa menyelamatkan hidup mereka,
Bisakah kita ucapkan kalimat yang bisa menyelamatkan hidup kita yang berharga?
Katakanlah :



No comments:

Post a Comment